Merayakan hari pertama pada bulan
kesebelas dengan memikirkan untuk bertemu denganmu adalah hujan yang turun
untuk perama kali setelah kemarau panjang. Meski tak ada yang tahu apalagi
setelah ini.
Hari ini saya tak mau kalah pada
matahari, tak mau kalah pada waktu dan tak mau kalah dari jarak. Ini pertama
kalinya saya dengan sengaja pergi ke kotamu hanya untuk bertemu denganmu. Rasanya
tak masalah meski sejam atau dua jam saja.
Entah apa kamu ini. Tapi kamu yang
mampu membuat saya kembali menulis, seperti ini. Meski di atas bis dan dengan
vibrasinya yang minta ampun. Hahahahaha...
Hujanku…
Saya tak pernah meminta janjimu
atau jaminan apapun bahwa hari ini kita akan bertemu atau bahkan sekedar saling
memandang, begitupun denganmu. Kebebasan hati dan pikiran saya denganmu adalah
yang membuat saya jatuh hati padamu, tak cukup sekali.
Saya selalu jatuh hati padamu
Hujanku…
Dan sekarang saya mendekat ke
arahmu, meski tanpa timbangan apapun yan akan menggadai seberapa banyak waktu
saya denganmu nanti Hujanku…
Ditulis
dalam perjalanan ke kota Kau Puisi
Pada
hari pertama bulan kesebelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar