Rabu, 04 Desember 2013

Tuhan Itu Pencemburu, Bukan Kekasihku!


Tuhan itu pencemburu, karena setiap kali saya berpaling maka setiap kali itu pula ia melaknat saya dan murka pada apapun yang saya cintai selain dia. Sifat manjanya yang selalu ingin dipuji, diingat dalam setiap deti hidup saya semakin membuat saya yakin. SAYA TIDAK MAU MEMILIKI KEKASIH PENCEMBURU DAN MANJA SEPERTI ITU!
Kekasih adalah APA YANG TIDAK DIUCAPKAN DALAM KATA-KATA, TETAPI SESUATU YANG DENGANNYA KATA-KATA DIUCAPKAN. APA YANG TIDAK BISA DIPIKIRKAN OLEH AKAL, TETAPI SESUATU YANG DENGANNYA AKAL BERPIKIR. Kekasih yang pencemburu dan manja itu hanyalah objek pikiran semata, tidak bisa dicerna! Ia seperti bentukan sebuah pikiran dari sebuah kebudayaan saja. Tidak pernah melingkupi semuanya kecuali golongannya saja.
Sukanya jadi kambing hitam dengan membubuhkan kata TAKDIR dalam setiap hal yang hasilnya tidak sesuai proses. Wajar jika seseorang mulai enggan dan berpaling atau mencari kekasih-kekasih lain. Kekasih yang tidak MENGIPAS-NGIPAS angin yang katanya surga, membuai dalam indahnya mimpi. Karena kekasih saya dalah REALITAS dalam puncak keterjagaan yang melampaui kesadaran diri.
Tetapi tetap saja konsep tentang kekasih ini masih terlalu terbatas untuk menuangkan konsepsi tentang REALITAS tertinggi. Yah tentu saja! Karena bahasa tidak mampu membahas REALITAS yang berada di luar jangkauan konsep akal! FUCK!
Satu lagi, tuhan itu pemarah!
Ditulis dalam pengaruh Sejarah Tuhan: Karen Armstrong
Pada kemarau di musim hujan
Sabtu, 02-11-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar