Tuhan itu pencemburu, karena setiap
kali saya berpaling maka setiap kali itu pula ia melaknat saya dan murka pada
apapun yang saya cintai selain dia. Sifat manjanya yang selalu ingin dipuji,
diingat dalam setiap deti hidup saya semakin membuat saya yakin. SAYA TIDAK MAU
MEMILIKI KEKASIH PENCEMBURU DAN MANJA SEPERTI ITU!
Kekasih adalah APA YANG TIDAK
DIUCAPKAN DALAM KATA-KATA, TETAPI SESUATU YANG DENGANNYA KATA-KATA DIUCAPKAN.
APA YANG TIDAK BISA DIPIKIRKAN OLEH AKAL, TETAPI SESUATU YANG DENGANNYA AKAL
BERPIKIR. Kekasih yang pencemburu dan manja itu hanyalah objek pikiran semata,
tidak bisa dicerna! Ia seperti bentukan sebuah pikiran dari sebuah kebudayaan
saja. Tidak pernah melingkupi semuanya kecuali golongannya saja.
Sukanya jadi kambing hitam dengan
membubuhkan kata TAKDIR dalam setiap hal yang hasilnya tidak sesuai proses.
Wajar jika seseorang mulai enggan dan berpaling atau mencari kekasih-kekasih
lain. Kekasih yang tidak MENGIPAS-NGIPAS angin yang katanya surga, membuai
dalam indahnya mimpi. Karena kekasih saya dalah REALITAS dalam puncak keterjagaan
yang melampaui kesadaran diri.
Tetapi tetap saja konsep tentang
kekasih ini masih terlalu terbatas untuk menuangkan konsepsi tentang REALITAS
tertinggi. Yah tentu saja! Karena bahasa tidak mampu membahas REALITAS yang
berada di luar jangkauan konsep akal! FUCK!
Satu lagi, tuhan itu pemarah!
Ditulis
dalam pengaruh Sejarah Tuhan: Karen Armstrong
Pada
kemarau di musim hujan
Sabtu,
02-11-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar