Rabu, 10 September 2014

Tak Pernah Lupa_



Kau tahu aku tak mungkin lupa pada hari ulang tahunmu, sekuat apapun aku berusaha tidak bahkan untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Pada tanggal yang sama setiap tahunnya adalah sehari dimana aku hanya memilih untuk menikmati Kau Puisi. Berdialog dengan kepul asap rokok dan beberapa kaleng bir. Atau hari dimana aku hanya berlama-lama menatap kursor yang berkelip di layar komputer. Yang paling parah adalah gelisah dengan bolak-balik menataplayar ponsel dan berharap namamu yang muncul disana. Hahahaha, payah! Kau yang berulang tahun, kenapa jadi aku yang berharap kau yang menghubungiku.
Tahun ini, semuanya berubah. Hampir semuanya!
Tak lagi ada rokok, bir, atau sekedar kerlip kursor. Meski otak ini tak pernah kehilangan bayanganmu pada setiap detiknya. Tahun ini, pada hari ulangtahunmu, hariku habis bersama Rain. Yah, Rain sudah 41 hari pada ulang tahunmu tahun ini. Dan entah kekonyolan macam apa yang melumat akalku ketika hari hampir habis dan aku mengambil ponsel untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Benar, pada detik-detik terakhir sebelum hari ulang tahunmu berakhir.
Hujanku...
Segalanya sedang berubah sejak Rain hadir. Kau mungkin tak kan lagi menemukanku di bawah jingga lampu jalan pada tengah malam hanya sekedar untuk duduk-duduk melamun sendirian. Kau juga tak lagi akan menemukan botol-botol kosong alkohol di kamarku. Atau mungkin sekedar menemukan tiket kereta api yang menghalalkan perjalanan tanpa tujuanku ketika sedang merindukanmu.
Tapi kau pun pasti tahu. Aku tak pernah lupa ulang tahunmu, seperti sebelum-sebelumnya.
Selamat ulang tahun, Hujanku....
Terimakasih untuk nikmatnya rindu yang tak pernah pasti akan terjawab. Semoga kau baik-baik disana. Dengarkan Kau Puisi sesekali jika kau sempat. Hahahaha, tentu saja ini bukan tentang selera musikmu.
Selamat ulang tahun.
Happy birthday, my Rain....
Wish you alwaysbe alright.
I miss you, so bad_
Ditulis pada hari ke-9 bulan 9 2014