Kau
tahu aku tak mungkin lupa pada hari ulang tahunmu, sekuat apapun aku berusaha
tidak bahkan untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Pada tanggal yang
sama setiap tahunnya adalah sehari dimana aku hanya memilih untuk menikmati Kau
Puisi. Berdialog dengan kepul asap rokok dan beberapa kaleng bir. Atau hari
dimana aku hanya berlama-lama menatap kursor yang berkelip di layar komputer. Yang
paling parah adalah gelisah dengan bolak-balik menataplayar ponsel dan berharap
namamu yang muncul disana. Hahahaha, payah! Kau yang berulang tahun, kenapa
jadi aku yang berharap kau yang menghubungiku.
Tahun
ini, semuanya berubah. Hampir semuanya!
Tak
lagi ada rokok, bir, atau sekedar kerlip kursor. Meski otak ini tak pernah
kehilangan bayanganmu pada setiap detiknya. Tahun ini, pada hari ulangtahunmu,
hariku habis bersama Rain. Yah, Rain sudah 41 hari pada ulang tahunmu tahun
ini. Dan entah kekonyolan macam apa yang melumat akalku ketika hari hampir
habis dan aku mengambil ponsel untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Benar,
pada detik-detik terakhir sebelum hari ulang tahunmu berakhir.
Hujanku...
Segalanya
sedang berubah sejak Rain hadir. Kau mungkin tak kan lagi menemukanku di bawah
jingga lampu jalan pada tengah malam hanya sekedar untuk duduk-duduk melamun
sendirian. Kau juga tak lagi akan menemukan botol-botol kosong alkohol di
kamarku. Atau mungkin sekedar menemukan tiket kereta api yang menghalalkan
perjalanan tanpa tujuanku ketika sedang merindukanmu.
Tapi
kau pun pasti tahu. Aku tak pernah lupa ulang tahunmu, seperti
sebelum-sebelumnya.
Selamat
ulang tahun, Hujanku....
Terimakasih
untuk nikmatnya rindu yang tak pernah pasti akan terjawab. Semoga kau baik-baik
disana. Dengarkan Kau Puisi sesekali jika kau sempat. Hahahaha, tentu saja ini
bukan tentang selera musikmu.
Selamat
ulang tahun.
Happy
birthday, my Rain....
Wish
you alwaysbe alright.
I miss
you, so bad_
Ditulis pada hari
ke-9 bulan 9 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar