Bahkan berbulan-bulan setelahnya, saya
tetap saja melewati jalan ini dengan ngilu yang luar biasa.
Saya
tak mungkin lupa ketika hari yang sudah mulai petang itu kita lewatkan bersama.
Bukan kebersamaan yang menggembirakan, tapi saya tetap saja tak mampu
melupakannya seperti ingatan-ingatan yang lain tentang kamu dan saya (mana ada
yang bisa saya lupakan jika itu tentang kamu).
Dingin.
Hujan.
Gelap.
Membisu.
Sepanjang
jalan itu saya hanya merasakan kepalamu bersandar pasrah pada tas ransel saya
yang juga sudah mulai berat karena air hujan. Sejak saat itu saya tak pernah
berhenti mengutuki apa yang sudah saya lakukan padamu. Saya tak berhenti
mengutuki diri saya sendiri demi ingatan itu.
Senja
terakhir saya denganmu.
Sejak
saat itu kita tak lagi bertemu. Hubungan saya denganmu semakin dingin. Bahkan meskipun
saya masih sempat menulis pesan singkat untukmu pada detik-detik kelahiran
Rain, ketika saya hampir mati dan tak lagi punya daya.
Sore
ini.
Kamis,
13 November 2014 saya kembali melewati jalan ini. Tanah basah dan aspal hitam
yang pernah kita lewati seperti meludahi muka saya demi kemarahan mereka pada
saya. Bertubi-tubi seperti ribuan tanya yang memenuhi kepala saya. Semua tanya
itu tentang kamu.
Meski
tak lagi bisa menghubungimu seperti dulu, mengetahui nomer ponselmu masih aktif
rasanya sudah cukup. Sepertinya setiap kali itu pula saya tahu akan mencarimu
kemana. Tapi sudah sejak 30 Oktober lalu nomermu tidak lagi bisa dihubungi.
Entah
apa yang seharusnya saya rasakan. Berbahagia untuk pilihanmu yang sudah benar
untuk melanjutkan hidup atau kecewa karena tak lagi tahu keberadaanmu.
Hujanku....
Setahun
yang lalu kamu meninggalkan saya ke Jakarta.
Tahun
ini saya tidak tahu kamu kemana.
Semoga
kamu baik-baik saja.
Semoga
saya dan Rain masih punya kesempatan untuk duduk denganmu, menikmati hujan di
kota kau puisi.
Rindu ini berjatuhan sama banyaknya
dengan rintik hujan.
Hujan yang melipat jarak keberadaanmu
denganku.
Jarak yang hanya sebatas hidup dan
mati.
Hidupku yang sudah kamu bawa pergi.
Dan matiku dihujam rindu.
Pada suatu senja yang berlalu tanpamu.
13122014