Jumat, 14 November 2014

Sebuah Jalan Pada Suatu Senja_



Bahkan berbulan-bulan setelahnya, saya tetap saja melewati jalan ini dengan ngilu yang luar biasa.

Saya tak mungkin lupa ketika hari yang sudah mulai petang itu kita lewatkan bersama. Bukan kebersamaan yang menggembirakan, tapi saya tetap saja tak mampu melupakannya seperti ingatan-ingatan yang lain tentang kamu dan saya (mana ada yang bisa saya lupakan jika itu tentang kamu).
Dingin.
Hujan.
Gelap.
Membisu.
Sepanjang jalan itu saya hanya merasakan kepalamu bersandar pasrah pada tas ransel saya yang juga sudah mulai berat karena air hujan. Sejak saat itu saya tak pernah berhenti mengutuki apa yang sudah saya lakukan padamu. Saya tak berhenti mengutuki diri saya sendiri demi ingatan itu.
Senja terakhir saya denganmu.
Sejak saat itu kita tak lagi bertemu. Hubungan saya denganmu semakin dingin. Bahkan meskipun saya masih sempat menulis pesan singkat untukmu pada detik-detik kelahiran Rain, ketika saya hampir mati dan tak lagi punya daya.
Sore ini.
Kamis, 13 November 2014 saya kembali melewati jalan ini. Tanah basah dan aspal hitam yang pernah kita lewati seperti meludahi muka saya demi kemarahan mereka pada saya. Bertubi-tubi seperti ribuan tanya yang memenuhi kepala saya. Semua tanya itu tentang kamu.
Meski tak lagi bisa menghubungimu seperti dulu, mengetahui nomer ponselmu masih aktif rasanya sudah cukup. Sepertinya setiap kali itu pula saya tahu akan mencarimu kemana. Tapi sudah sejak 30 Oktober lalu nomermu tidak lagi bisa dihubungi.
Entah apa yang seharusnya saya rasakan. Berbahagia untuk pilihanmu yang sudah benar untuk melanjutkan hidup atau kecewa karena tak lagi tahu keberadaanmu.
Hujanku....
Setahun yang lalu kamu meninggalkan saya ke Jakarta.
Tahun ini saya tidak tahu kamu kemana.
Semoga kamu baik-baik saja.
Semoga saya dan Rain masih punya kesempatan untuk duduk denganmu, menikmati hujan di kota kau puisi.

Rindu ini berjatuhan sama banyaknya dengan rintik hujan.
Hujan yang melipat jarak keberadaanmu denganku.
Jarak yang hanya sebatas hidup dan mati.
Hidupku yang sudah kamu bawa pergi.
Dan matiku dihujam rindu.

Pada suatu senja yang berlalu tanpamu.
13122014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar