Senin, 16 Desember 2013

Down It!



PAGI mendung selalu membawa ingatan yang ditinggalkan dalam saku-saku yang ditinggalkan. Seperti pagi ini ketika membuka album foto pada salah satu folder  komputer jinjing, ada cerita-cerita rahasia yang kembali bertutur pada kebisuan.
Entah sejak kapan saya mengenalnya. Rokok, buku, kopi dan alkohol. Mereka seperti teman baik yang tak pernah menuntut apapun kecuali kenikmatan yang mereka tawarkan sendiri. Betapa hebatnya waktu dan society yang menghimpit kehidupan seorang manusia hingga menjadi pribadi yang berbeda. Pemikiran yang berbeda!
Saya menolak dikatakan pecandu rokok maupun tukang mabok seperti sekumpulan geng bocah-bocah yang mabuk di perempatan. Tapi kerinduan saya tentang kedua hal itu mungkin sama atau lebih kuat dari mereka.
Bulu kuduk bisa sampai merinding ketika menahan kangen dan mengingat di sebuah kamar dengan seorang kawan berdiskusi ngalor ngidul. Menciptakan karakter-karakter fiktif atau beradu argumen tentang apapun yang mampu kami pikirkan. Kepul asap rokok, aroma khas alkohol yang memberi kehangatan pada jiwa-jiwa kami yang merindu, buku-buku yang telah habis dibaca tapi dibaca lagi dan kadang kopi.
Apa kabarmu SEXY?
Apa kabarmu PUTIH?
Sementara di belahan lain cerita ini ada banyak orang yang juga merindu seperti saya. Semoga arak yang tidak terlalu enak dibandingkan buatan Rusia itu sedikit mengobati rindumu, Bung. Orange juice sepertinya kawan yang tepat untuk arakmu itu, meskipun tak seenak buatan Rusia.
Nanti, di pagi mendung lain, bagilah shot glassmu denganku (yang dibikin Rusia lebih enak).
Selamat menikmati pagi terakhir di kota itu, dengan arak lokal (besok kalau pulang yang dibikin Rusia lebih enak).
Down it!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar