Sudah berhari-hari sejak namanya diciptakan saya tetap masih sangat kesulitan untuk membuk karakternya. Terutama pertemuannya dengan Kay, itu yang paling menyedot habis kekuatan menulis fiksi saya. Bukan pertemuan-pertemuan picisan yang seringkali saya nilai sama sekali tidak natural dan lemah. Saya mau pertemuanya dengan Kay itu kuat dan natural. Tetap lengkap dengan kontras yangsaya mau, yaitu dunianya yang jauh dari khayalan dan dunia Kay yang hidup dalam fiksi.
Saya ingin Kay adalah nyanyian KINJENG TANGIS yang dapat di dengarnya, yang memanggilnya setelah 17 tahun bertahan hidup di dalam tanah pada beberapa minggu saja di atas permukaan dalammusim kawinnya. Dia dan Kay akan bertemu seperti itu.
Tapi BAGAIMANA?
FUCK!
Sekian banyak lini penghubung yang saya obrolkan dengan beberapa teman tak juga memuaskan saya, menjawab pertanyaan saya! Saya masih seperti itu, berspekulasi tentang suatu hal dan mengeluarkan begitu banyak hipotesa tapi kemudian membantahnya sendiri. Saya masih seperti itu!
Kalau hanya karakternya yang dengan kondisi finansial yang mapan, kehidupan rumah tangga yang mulus-mulus saja, karir yang terus meningkat, otak yang cerdas, otoritas dan segambreng cetakan penokohan yang bisa saya buat. Itu semua hanaya untuk menciptakan kejenuhan pada hidupnya yang nyaris sempurna.
Pertemuannya dengan Kay saya mau sebagai titik balik diman dia "kembali hidup"!
Opsi terkuat hingga saat ini tentang pertemuan itu adalah melalui pekerjaannya. Yah, dengan pekerjaan yang mengharuskannya menghadapi benda mati dan meng-convert bahasa manusia dalam kode-kode yang dipahami oleh komputer dan diterjemahkan kembali dalam bahasa yang dimengerti manusia. Nihil rasanya ia bertemu dengan Kay. Opsi ini yang paling kuat dan natural menurut saya.
Kerja keras pembentukan pertemuan Kay dengannya tampaknya harus lebih keras lagi. Mengingat dia dan pertemuannya dengabn Kay adalah resolusi tahun depan yang sudah harus rampung minimal 60% di tahun ini.
Sabar ya...
Saya janji bikin kamu dan Kay bertemu, tidak dengan pertemuan murahan :)
Saya memanggilmu Silencio, il...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar