Tenda-tenda pengantin telah didirikan.
Keramaian akan segera tercipta dalam sekejap saja.
Tapi Hujan telah membawa hatiku kepada tanah-tanah
di kota kau puisi.
Yang tinggal adalah ranggas jati dan langkah-langkah
lindan dalam sebuah arak-arakan panjang.
Senja pun tak tahu bagaimana hari akan usai.
Selamat pagi Yang Terkasih, Hujanku…
Betapa inginnya aku denganmu, menghabiskan sepanjang
hidup bukan hanya dengan cinta.
Ampuni aku sayang, Hujanku…
Tak henti-hentinya bibir ini merapalkan
mantra-mantra kerusakan.
Bermunajat tentang sebuah kehidupan lagi denganmu.
Tapi bangkai ini tak lagi punya daya setelah hatinya
kau bawa.
Milikmu semuanya sayang…
Tapi tidak dengan raga hampa ini, mungkin belum.
Tak tahu malu hati ini meminta,
Bersabarlah Hujanku, sayangku…
Jejak-jejakmu telah memetakan jalan pulang untukku.
Aku akan pulang
Aku pasti pulang padamu, Hujanku…
Sehari sebelum arak-arakan panjang.
09:24
Tidak ada komentar:
Posting Komentar