Sabtu, 19 Oktober 2013

Masuk Ma, aku tak pernah menguncinya...


Pintunya memang tertutup, Ma. Tapi aku tak pernah menguncinya……
Apa salah jika mengharap Mama masuk dan melihatku seperti ini? Iya Ma, anak perempuanmu yang tiga hari lagi akan menikah sedang menangis. Hatinya terluka……
Lihatlah Ma,
Anakmu jatuh hati pada laki-laki yang bukan mempelai prianya.
Bacalah airmatanya, karena bibirnya tak lagi mampu berkata. Tidak untuk menyakitimu Ma……
Ma,
Mungkin terlambat mengatakan ini padamu. Bahwa aku tak ingin berada disana bersama mempelaiku. Kami berbeda Ma, meski terlambat ku katakan padamu……
Mempelaiku ini pria yang baik, sangat baik. Tapi aku tak bisa Ma, meski terlambat ku katakan padamu……
Ketika undangan telah disebar, ketika pelaminan sudah berdiri dalam tenda-tenda pernikahanku.
Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu tahu tanpa harus mengatakannya, Ma? Aku tak sanggup menyakitimu. Tidak akan pernah!
Rasanya perih tak mampu membaginya denganmu…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar