Rabu, 20 Juli 2016

WC duduk: 4 adik (part2)




There’s nothing i wish except books,
There’s no one know it better than you.

Apalagi yang harus saya katakan?

Paket berat berwarna coklat itu datang beberapa hari lebih cepat dari seharusnya (kalau memang tanggal yang kamu maksudkan sama dengan tanggal yang saya pikirkan). Ada nama saya disana, dieeja dengan sebenar-benarnya beserta alamat lengkap rumah saya sebagai yang dituju. Dan, nomer ponselmu dibagian bawahnya. Sederhana. Itulah kenapa saya tahu kamu yang mengirimnya.

Ini hari ulang tahun saya (katanya). Tak ada kado yang paling membuat saya kegirangan selain buku Jostein Gaarder yang kamu berikan beberapa tahun lalu. Buku yang saya peluk-peluk meski sudah selesai membacanya beberapa kali. Saya pikir tak akan lagi ada kado setelah yang itu.

Tangan saya gatal ingin cepat-cepat membuka bungkusnya. Tapi kamu bilang harus tunggu aba-abamu dulu sebelum paketnya di buka. Oke! (siapa pula yang tega merobek bungkusnya). Nyatanya setelah “yes, please”-mu, saya tak juga tega membukanya. Klise! Alasannya karena saya tak punya garansi bahwa akan ada kado macam ini lagi tahun depan. Jadilah saya mengira sendiri judul-judul macam apa yang bersembunyi di dalamnya. Judul-judul tebal itu pasti, mengingat ketika merabanya saya menemukan sekiranya empat atau lima buku saja.

Tapi baiklah!

Kamu tahu? Ini seperti saat kamu sudah lama ingin tidur dengan seseorang tapi kamu tidak bisa melakukannya karena sesuatu. Dan tiba-tiba orang itu berjalan mondar-mandir di depanmu, menatapmu dan mengatakan “fuck me, please!”. Analogi yang buruk, tapi yah! Saya memang sedang butuh membaca. Kadomu itu seperti stimulus, melambai-lambai tiap kali saya melihatnya seperti mengatakan “ayo sini, baca aku....baca aku....”Kalau bisa bertahan sebulan saja untuk tidak membuka bungkusnya sudah hebat. Tapi sepertinya tak akan lebih.

Oh fuck!

I’m supposed to realize that these fucking books are mine evidently.

Kenapa mau baca aja eman-eman???

OK!

I’m up! Kalau kamu memberi saya garansi tahun depan akan ada yang seperti ini lagi. Akan saya robek-robek kamu, eh bungkusnya!

Ya ya ya????
Of course!

Ditulis pada hari yang kacau


Tidak ada komentar:

Posting Komentar