Jumat, 22 Juli 2016

Patah Hati dan Bertunas



Seandainya ada laki-laki seperti Alfa Sagala, saya nggak mau membayangkannya sebagai siapapun. Tidak fisik dan karakternya. Kecakapannya dalam banyak hal dan betapa imaginer sosoknya.

Dan fuck, Dee melenyapkannya dalam Intelegensi Embun Pagi!

Tapi tak Ada Alfa, Gio atau Bodhi boleh juga. Hehehe geleman...

Saya akui keberadaan novel-novel Supernova sebelumnya sangat menolong Dee untuk membuat setiap karakter utamanya begitu kuat. Lima belas tahun untuk enam seri. Penceritaan detailnya juga mampu membuat pembacanya mendapat gambaran fisik tokohnya. Meski demikian, Intelejensi Embun Pagi, ceritanya masih jauh dari si Sulung Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh yang mengusung pokok bahasan yang lebih berat (yang membuat saya sukses kecewa ketika difilmkan). Untuk buku yang katanya penutup dari seri Supernova ini terlalu...terlalu...apa ya. Sederhana, sepertinya sejauh ini kata yang paling mewakili.

Entah sejak bab yang mana saya seperti bisa membaca pola loncatan-loncatan alurnya yang dibuat mirip seperti anak-anak sungai yang bertemu menjadi satu di Sianjur Mula-Mula. Disitu juga Dee memang unjuk gigi dalam kemahirannya membuat setiap hal dalam ceritanya tidak ada yang “mubadzir”. Dari awal saya baca setiap tokoh, tempat, benda bahkan pengaturan waktu tidak ada yang sia-sia. Maksud saya diciptakan kemudian dihilangkan begitu saja. Bahkan tokoh-tokoh yang sebelumnya bukan siapa-siapa disulap menjadi salah satu soko Supernova.

Well.

Bagi yang sedikit lemot sudah pasti harus nyanding kelima buku sebelumnya untuk memanggil kembali ingatan tentang hal-hal dan tokoh yang dibangunkan lagi.

Bukan kapasitas saya untuk menilai bagus atau tidaknya buku ini. Tapi kalau boleh, Dee seharusnya melanjutkan Supernova ini. Tentu dengan suguhan yang lebih cantik, seperti saat Dee menciptakan galaksinya sendiri dengan si Supernova sebagai orbitnya.

Who are you, Supernova?

How could it be?

This quest should be no longer about you.


April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar