Rabu, 09 September 2015

Selamat Ulang Tahun Rain_



Hari ini, setahun yang lalu....
Laki-laki ini untuk pertama kalinya datang dalam kehidupan saya. Mulai mengacaukan jadwal hidup saya. Saya tidak lagi bisa menikmati malam-malam dengan tumpukan buku dan secangkir kopi, tidak pula bisa menikmati terbangun dengan matahari yang sudah pas di ubun-ubun. Hahahahaha
Tapi entahlah...
Pada saat itu pula saya mulai jatuh hati padanya. Pada matanya. Pada lesung pipit di pipi kanannya. Pada sembilan helai “rambut emas” yang selalu tumbuh lebih panjang dari yang lain. Pada jari-jarinya. Pada senyumnya. Pada caranya merajuk. Pada....semua darinya.
Terkadang mata kami saling beradu untuk beberapa saat sebelum perhatiannya tertuju pada yang lain dan mulai mengabaikan saya. Saya cemburu setengah mati. Saya benci ada selain saya yang mencuri perhatiannya. Tapi kemudian saya dibuatnya terpingkal dengan lambaian tangannya yang “aneh” agar saya tetap dengannya.
Hari ini, setahun yang lalu....
Saya merasakan sakit yang entahlah seperti apa. Dalam kesakitan itu saya masih sempat membawa serta novel Dunia Sophie di ranjang Rumah Sakit. Meski tak lagi mampu membacanya saya hanya berharap pelukan itu bisa sedikit mengurangi rasa sakit yang tak lagi mampu saya tahan. Saya tak akan terlalu berlebihan dengan ini. Bukan hanya saya yang pernah merasakan pastinya. Dan hari ini, setahun yang lalu nyawa saya dan laki-laki ini dipertaruhkan. Untuk pertama kalinya jantungnya tak lagi berdetak di bawah jantung saya.
Tubuhnya kecil saat itu. Pucat dan membiru. Saya sendiri tak mampu mendengar apapun ketika itu, bahkan suara tangisnya...
Dan detik ini kami meringkuk dalam selimut yang sama. Menikmati malam, dengannya saja. Dia teman yang menyenangkan....
Saya berusaha menulis tenang kami. Tapi rupanya begitu banyak di antara kami yang tak bisa diverbalkan. Yah, beginilah jadinya...
Saya hanya sanggup memandangi wajahnya sambil sesekali menoleh pada monitor. Sekian detiknya lagi saya kembali menoleh padanya, kalau-kalau dia terganggu dengan suara saya terbatuk atau barangkali ada serangga yang mengganggunya.
Rain...
Baru setahun yang lalu laki-laki ini menyita habis perhatian saya. Saya masih punya seumur hidup yang bisa Rain minta kalau dia mau.
Sungguh. Saya tidak pernah mengajarkan Rain untuk selalu menjadi pemenang dalam setiap kompetisi. Saya hanya Biyungnya yang ingin mengajarinya untuk bahagia dan mencintai semesta. Rain memang baru satu tahun beberapa menit yang lalu. Tapi saya yakin dia akan perlahan belajar hingga nanti pada saanya Rain dewasa, dia akan menghargai setiap hal yang dimilikinya dan berbahagia dalam hidup yang dipilihnya. Karena Rain bukan saya! Sulit memang menanamkan itu pada cara saya mendidiknya. Mengingat Rain dikelilingi oleh lingkungan yang tidak terlalu membuat saya dengan mudah menerapkan cara didik yang seperti itu.
Menjadi orang baik itu harus! Tapi kalau Rain pintar itu bonus saja untuk saya dan Rain :D
Rain nggak harus bersaing dengan siapapun kecuali dengan dirinya sendiri. Saya pun juga nggak akan sibuk membanding-bandingkan dia dengan siapa atau apapun. Saya cuma ingin Rain bahagia, menikmati apapun yang dipilihnya dengan bertanggung jawab.
Selamat ulang tahun, Le...
Biyung selalu berharap untuk segala kebaikan buat kamu. Segala harap yang disemogakan oleh seorang ibu kepada anaknya. Biyung hanya bisa jadi perempuan yang selalu ada di sisimu sampai suatu saat nanti kamu memutuskan untuk tidak lagi membutuhkan Biyung.
Selamat ulang tahun, Rain. Jangan lupa untuk selalu bahagia ya, Le...
Jangan lupa untuk selalu berbagi dan mencintai semesta.

July, 31st 2015
I love you
for a thousand years.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar