Hai....
How do
you feel?
Gimana
rasanya membaca ini?
Aku
berusaha menyembunyikan ini beberapa tahun terakhir. Mati-matian berusaha untuk
tetap waras dengan menulis. Karena waktu 24 jam seperti tak pernah cukup.
Banyak sekali buku-buku yang aku tinggalkan sama sekali belum tersentuh dan
tulisan-tulisan yang belum terdokumenasikan disini. Atau bahkan hanya menguap
begitu saja dari kepala.
Aku sendiri
juga nggak tau kenapa menulis seperti ini. Lebih mudah bicara denganmu lewat
chat-chat panjang kita. Tapi bahkan kata “panjang” itu ak cukup panjang
sehingga harus ku sambung disini. Karena aku juga tak pernah dengan sadar
mengetahui bahwa aku masih waras atau tidak.
Sebenarnya
ini baru akan jadi kadomu beberapa tahun lagi. Seelah cukup banyak tulisan dan
“rupa” yang pantas untuk kamu lihat. Tapi aku takut waktuku tak banyak lagi.
Atau waktumu untukku yang nggak lagi ada.
Yah!
Seperti
inilah keadaan “rumahku”. Rumah Hujan yang selalu dirahasiakan. Tapi dengan
kecanggihan isi otakmu, sepertinya menemukan rumah ini menjadi hal yang sangat
mudah. Bahakan dalam beberapa chat kita ada hal yang sudah lama kubahas tapi
dengan tiba-tiba kamu membahas kembali seolah kamu sudah membacanya disini.
Atau memang kamu sudah membacanya ya?
Setelah
hari ini mungkin rasa ingin tahumu tentang ini akan hilang. Tapi aku akan terus
menulis untuk sekedar tetap waras.
Sesekali
“pulanglah” kemari, tengok aku dan bawakan “menu sahur”. “Kuncinya”
kutinggalkan di atas kertas bertuliskan peta pulang ke rumah ini.
Selamat
ulang tahun ya...
Aku sedang
memutar Kau Puisi, dari tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar