Nyanyian Cicada itu saya tulis beberapa tahun lalu,
dua atau tiga tahun yang lalu sepertinya. Tapi cerita itu tak pernah selesai
sampai saat ini. Yah, seperti cerita kamu dan saya yang entah bagaimana akan
selesai.
Nyanyian Cicada bagi saya sendiri mengajarkan
bahwa menulis itu bukan hanya tentang ide-ide cemerlang nan luar biasa yang
muncul dengan sangat tak terduga. Ide-ide yang saya pikir tak pernah dipikirkan
oleh orang lain yang juga sedang berpikir seperti yang saya pikir tentang
mereka (hyes!).
Menulis itu juga tentang kedisiplinan. Bukan hanya
upacara bendera yang punya. Sedangkan saya tak punya yang satu itu. Disiplin,
cuk! Sepele to? Tapi huangelee cuk. Benar-benar salut pada penulis-penulis yang
pada akhirnya berhasil menerbitkan tulisannya. Terlebih tulisan yang
benar-benar punya kualitas. Bukan hanya sekedar bagus untuk dibaca tp juga
menginspirasi untuk menulis.
Lah saya?
Membaca saja belum selesai, bagaimana mau
menulis!
Saya bahkan tidak mampu mendisiplinkan diri saya
sendiri. Dan pastinya Nyanyian Cicada yang begitu saya inginkan ya masih dalam
ingin-ingin saja.
Saya tidak pernah melewatkan bagian itu, menulis
dan jatuh hati pada salah satu tokohnya. Namanya Key, Mikeyla....
Saya jatuh hati padanya sejak saat pertama ia
saya ciptakan. Petualangan-petualanganya, sikapnya, caranya bicara dan yang
paling saya cintai cara berpikirnya. Meskipun saya tak benar-benar bisa
memverbalkan karakter ini, tapi saya sudah kepincut duluan ketika memikirkanya.
Seperti karakter lain di dalam sana yang juga sedang jatuh hati pada Key,
perempuan dalam cerita.
Jadi sebenarnya yang saya tuliskan hanya tentang
seorang laki-laki yang jatuh hati pada seorang tokoh dalam cerita, laki-laki
yang terjebak dalam pikirannya sendiri yang tidak lagi mampu membedakan dunia
nyata tempatnya berada dan dunia cerita tempat Key berada. Laki-laki yang
memiliki segalanya dan memilih menghancurkanya demi untuk jatuh hati pada
perempuan fiktif dalam cerita yang dibacanya saat SMP.
Suatu saat,
Key dan laki-laki ini harus menemukan cerita
mereka. Iya, harus!
Dan saya harus disiplin
supaya...........................
Duh sek! Anakku nangis_
#BBLLLAAARRRRR
Nulis blog saja empot-empotan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar