Senin, 27 April 2015

Perempuan Pengecut_



Merindukan tumpukan buku-buku di atas kasur. Tertidur diantaranya dan terbangun dengan salah satunya menjadi yang pertama dilihat. Merindukan malam-malam yang tak pernah cukup untuk sekedar mengistirahatkan mata dari insomnia menahun. Merindukan perjalanan-perjalanan panjang tanpa tujuan dengan kereta terpagi yang bisa ditemui. Merindukan terbangun di pagi buta dan merasa kehilangan diri sendiri. Merindukan melamun dengan sadar saat menggosok gigi dan dihujat karena begitu lama di kamar mandi. Merindukan kaos oblong dan celana kolor, bra dan panty hitam tentunya. Merindukan motor. Merindukan dompet kosong dengan begitu banyak wish-list book. Perpustakaan. Merindukan duduk di bawah lampu jalan, berada di pusaran waktu yang berhenti di “saya”. Merindukan lagu Home-Michael Buble dan Society-Eddie Vedder diputar berulang-ulang di playlist selama berhari-hari. Merindukan berbicara pada kepul asap rokok dan alkohol.
Merindukan kota Kau Puisi,
Dan Hujan....
Yah!
Saya masih saja perempuan pengecut.
Kesempatan tidak pernah memilih pengecut yang bahkan tak punya nyali untuk menentukan hidupnya.
Merindukan suatu hari dimana namamu dan saya disebut secara bersamaan.
Selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar