Merindukan tumpukan buku-buku di atas
kasur. Tertidur diantaranya dan terbangun dengan salah satunya menjadi yang
pertama dilihat. Merindukan malam-malam yang tak pernah cukup untuk sekedar
mengistirahatkan mata dari insomnia menahun. Merindukan perjalanan-perjalanan
panjang tanpa tujuan dengan kereta terpagi yang bisa ditemui. Merindukan terbangun
di pagi buta dan merasa kehilangan diri sendiri. Merindukan melamun dengan
sadar saat menggosok gigi dan dihujat karena begitu lama di kamar mandi. Merindukan
kaos oblong dan celana kolor, bra dan panty hitam tentunya. Merindukan motor. Merindukan
dompet kosong dengan begitu banyak wish-list book. Perpustakaan. Merindukan duduk
di bawah lampu jalan, berada di pusaran waktu yang berhenti di “saya”. Merindukan
lagu Home-Michael Buble dan Society-Eddie Vedder diputar berulang-ulang di
playlist selama berhari-hari. Merindukan berbicara pada kepul asap rokok dan
alkohol.
Merindukan kota Kau Puisi,
Dan Hujan....
Yah!
Saya masih saja perempuan pengecut.
Kesempatan tidak pernah memilih
pengecut yang bahkan tak punya nyali untuk menentukan hidupnya.
Merindukan suatu hari dimana namamu
dan saya disebut secara bersamaan.
Selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar