Senin, 16 November 2015

Hidup Basi_



Kenapa seseorang bersedia hidup tanpa tahu sedetikpun tentang hidup yang dijalaninya? Bagaimana seorang bayi bisa menangis ketika merasa haus? Kenapa tak membiarkannya saja tanpa susu? Tahu darimana kalau bayi itu ingin hidup? Atau jaminan apa ia tak memilih mati jika kelak merasa hidupnya sia-sia?

Kenapa perempuan harus mengandung ketika berahinya hanya sebatas having sex, bukan making love? Kenapa seseorang harus hidup kemudian mati? Darimana asalnya sebelum kehidupan dimulai? Apa ketika mati ia kembali pada dunia sebelum ia hidup? Atau ia pergi ke dunia yang baru lagi?

Mana yang lebih dulu ada? Agama? Atau hidup?

Bagaimana bisa ada begitu banyak tuhan sementara hidup cuma satu? Mati juga cuma setelah habis hidup. Kenapa manusia tidak berbuat salah pada satu tuhan dan berlari pada tuhan yang lain saja? Apa tuhan-tuhan itu seakur agama-agama yang katanya berdampingan dalam hidup?

Apa yang dipikirkan tuhan-tuhan itu ketika menciptakan hidup?

Membuat yang satu begini, yang lainnya begitu, yang sebagian bagaimana.

Untuk apa, hidup?

Apa itu hidup?

Kenapa harus hidup? Kalau sudah tahu pasti mati.

Kenapa harus mati?

Basi!

Ditulis pada malam basi menjelang pagi,
Bersama Rain
Sabtu, 07 Nopember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar