Kenapa seseorang bersedia hidup tanpa tahu sedetikpun tentang hidup
yang dijalaninya? Bagaimana seorang bayi bisa menangis ketika merasa haus? Kenapa
tak membiarkannya saja tanpa susu? Tahu darimana kalau bayi itu ingin hidup? Atau
jaminan apa ia tak memilih mati jika kelak merasa hidupnya sia-sia?
Kenapa perempuan harus mengandung ketika berahinya hanya sebatas having sex, bukan making love? Kenapa seseorang harus hidup kemudian mati? Darimana asalnya
sebelum kehidupan dimulai? Apa ketika mati ia kembali pada dunia sebelum ia
hidup? Atau ia pergi ke dunia yang baru lagi?
Mana yang lebih dulu ada? Agama? Atau hidup?
Bagaimana bisa ada begitu banyak tuhan sementara hidup cuma satu? Mati
juga cuma setelah habis hidup. Kenapa manusia tidak berbuat salah pada satu
tuhan dan berlari pada tuhan yang lain saja? Apa tuhan-tuhan itu seakur
agama-agama yang katanya berdampingan dalam hidup?
Apa yang dipikirkan tuhan-tuhan itu ketika menciptakan hidup?
Membuat yang satu begini, yang lainnya begitu, yang sebagian
bagaimana.
Untuk apa, hidup?
Apa itu hidup?
Kenapa harus hidup? Kalau sudah tahu pasti mati.
Kenapa harus mati?
Basi!
Ditulis pada malam basi menjelang pagi,
Bersama Rain
Sabtu, 07 Nopember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar