Rabu, 11 Juni 2014

It's a boy, Honey_


Namanya Alesha, cantik ya? Dia mirip Papanya, saya kenal betul dengan Mamanya. Tapi ini bukan Alesha yang pernah kita bicarakan saat SMA dulu, sayang. Yah, Alesha yang namanya kita buat-buat untuk nama anak kamu dan saya kelak. Anak yang entah akan ada atau tidak. Alesha kita, dia sedang tidur dalam tujuh belas tiga harinya di dalam tanah bersama cicada lain. Suatu hari kamu dan saya akan bernyanyi. Cicada’s Song.

It’s a boy, Honey....
Our blood is a boy.
Our Rain is a boy.
Saya ingin kamu memberinya nama. Seperti kamu memberinya darahmu dalam hidupnya. Hingga suatu saat ia akan menemukan jalan menujumu dengan darahmu dalam namanya. Rain akan membawakanmu kandil yang penuh berisi ingatan tentang keberadaanmu dalam jantungnya, yang jika ia tumpahkan seluruh isi kandil itu di hadapanmu. Ia akan menjadi hamparan afotik yang bahkan tak akan mampu ditembus oleh cahaya yang melingkupimu.
Hujanku....
Apa kamu ingat puisi ini?

Pada resepsi pernikahan sahabat kita itu
Ku ingat ciuman pertama kita Arya
Perutmu sudah buncit lima bulan
Kelak kau akan menamai anakmu berberda
Melupakan nama-nama yang pernah kita rencanakan di masa muda
Kau menggandeng suamimu
Lalu aku pulang menggandeng tangan bayanganmu

Puisi yang diambil dari buku puisi Kepulangan Kelima karya Irwan Bajang halaman 38 ini, apa kamu mengingatnya?
Saya ingin kamu memmberinya nama
It's a boy, Honey....
Our blood....

Barangkali senyata-nyatanya rasa sakit adalah ingatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar