Sabtu, 20 Desember 2014

Kenangan Itu, Sejarah Yang Punya Rasa_



Apakah kamu juga pernah bertanya-tanya seperti saya tentang apakah itu jarak? Waktu?
Dua kata yang sering kamu dan saya persalahkan atas keadaan yang membuat saya tidak bisa menjadikan kamu prioritas. Menemukan jawaban tak lantas memberikan solusi untuk keduanya, jarak dan waktu.
Entahlah. Tapi saya merasa kedua kata itu tak terlalu punya arti kecuali dalam KBBI. Ketika kamu dan saya merasa yang jauh sebenarnya dekat, atau yang dekat kemudian terasa jauh. Yang lama terasa sebentar, dan yang sebentar ternyata begitu lama.
Ketika manusia terjebak dalam kenangan. Ia memiliki konverter yang berbeda dengan manusia kebanyakan yang berada di alam sadar sepenuhnya. Bukan lantaran kenangan membuat seseorang kehilangan kesadaran, melainkan lebih karena kenangan adalah saat dimana jarak dan waktu dilipat menjadi seperti apapun yang diperlukan oleh si empunya kenangan.
Kenangan bukan sederet aksara kuno yang dituliskan pada sebongkah batu dan dapat dinikmati oleh siapapun. Ummm, mingkin saja. Tapi kenangan adalah jenis yang hidup dan tak pernah jadi sejarah. Ia menggelinding seperti bola salju yang semakin besar. Seperti secangkir kopi yang semakin dinikmati maka rasanya semakin pekat. Kenangan itu sejarah yang punya rasa.
Seperti kamu yang hanya mampu saya nikmati dalam kenangan yang membuat saya tak lagi mempermasalahkan jarak dan waktu, meski saya tak pernah berhenti bertanya-tanya.
Apa sebenarnya?
Jarak?
Waktu?
Untuk kamu dan saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar