Bukan, Le! Bukan yang bisa dilihat mata. Yang selain itu butuh lebih dari sekedar mata.
Hey, Rain....
It’s okey, stay feel asleep. Ini masih jam setengah
dua pagi. Biyung bangun karena harus melakukan sesuatu. Buat kamu.
Gigimu sekarang sudah hampir lengkap, Le. Ini juga
harusnya jadi waktu yang tepat untuk menyapihmu. Tapi Biyung tak pernah tega
rasanya. Biyung memang berpikir kalau ini adalah satu-satunya hal yang tidak
bisa diberikan orang selain Biyung, bounding
yang kamu dan Biyung bangun sejak dua tahun yang lalu. Kalau Biyung
menyapihmu rasanya seperti kamu mungkin tidak membutuhkan Biyung lagi.
Selanjutnya apapun yang Biyung lakukan juga bisa dilakukan orang lain. Biyung
juga pernah berpikir apakah yang dua tahun itu mampu membuatmu selalu tresno sama Biyung seumur hidupmu. Bukan,
Biyung bukan ingin menyusuimu seumur hidup Le. Hahaha
Pasti ada saatnya kamu jatuh hati pada perempuan
selain Biyung dan menyusu padanya. Dia juga mungkin yang akan menyusui anak
kamu nanti. Sekarang Biyung yang ada di waktu itu, saat dimana Biyung belajar
mencukupkan diri. Menyadari bahwa kamu sudah bisa sendiri.
Ini mungkin akan berat secara fisik untuk kamu dan
Biyung, Rain. Bukan tega, tapi Biyung tahu kamu harus bisa. Jika suatu saat
kamu dan Biyung ditempatkan pada posisi serupa ini. Paham-pahamlah, Le! Mungkin
Biyung memang harus melakukannya untuk membuatmu tahu bahwa kamu bisa.
Hey, by the way...
Happy birthday kiddo.
I do love you
Biyung masak dulu ya, sudah jam 2!
Minggu dini
hari.
Hari terakhir
bulan ketujuh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar