Kamis, 04 Agustus 2016

No Pain, No Rain_





Bukan, Le! Bukan yang bisa dilihat mata. Yang selain itu butuh lebih dari sekedar mata.

 
Hey, Rain....

It’s okey, stay feel asleep. Ini masih jam setengah dua pagi. Biyung bangun karena harus melakukan sesuatu. Buat kamu.

Gigimu sekarang sudah hampir lengkap, Le. Ini juga harusnya jadi waktu yang tepat untuk menyapihmu. Tapi Biyung tak pernah tega rasanya. Biyung memang berpikir kalau ini adalah satu-satunya hal yang tidak bisa diberikan orang selain Biyung, bounding yang kamu dan Biyung bangun sejak dua tahun yang lalu. Kalau Biyung menyapihmu rasanya seperti kamu mungkin tidak membutuhkan Biyung lagi. Selanjutnya apapun yang Biyung lakukan juga bisa dilakukan orang lain. Biyung juga pernah berpikir apakah yang dua tahun itu mampu membuatmu selalu tresno sama Biyung seumur hidupmu. Bukan, Biyung bukan ingin menyusuimu seumur hidup Le. Hahaha

Pasti ada saatnya kamu jatuh hati pada perempuan selain Biyung dan menyusu padanya. Dia juga mungkin yang akan menyusui anak kamu nanti. Sekarang Biyung yang ada di waktu itu, saat dimana Biyung belajar mencukupkan diri. Menyadari bahwa kamu sudah bisa sendiri.

Ini mungkin akan berat secara fisik untuk kamu dan Biyung, Rain. Bukan tega, tapi Biyung tahu kamu harus bisa. Jika suatu saat kamu dan Biyung ditempatkan pada posisi serupa ini. Paham-pahamlah, Le! Mungkin Biyung memang harus melakukannya untuk membuatmu tahu bahwa kamu bisa.

Hey, by the way...

Happy birthday kiddo.

I do love you

Biyung masak dulu ya, sudah jam 2!


Minggu dini hari.
Hari terakhir bulan ketujuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar